Manfaat Obat Tradisional



A.    Obat Tradisional Apotik Hidup
Obat tradisional oleh Departemen Kesehatan diklarifikasikan sebagai Jamu Fitofarmaka dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). J amu adalah obat yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral dan atau campuran dari bahan-bahan tersebut dan digunakan dalam upaya pengobatan yang berdasarkan pada pengalaman. F itofarmaka adalah obat yang telah jelas keamanan dan khasiatnya dan bahan bakunya telah memenuhi persyaratan yang berlaku, ‘sehingga Obat tersebut terjamin keamanan dan kha-siatnya.
Secara umum yang dimaksud dengan Obat tradisional adalah ramuan dari tanaman yang berkhasiat dan khasiatnya diketahui dari penuturan orang-orang tua atau berdasarkan pengalaman. Tanaman berkhasiat Obat tersebut dikenal dengan nama TOGA (Tanaman Obat Keluarga) atau bisa juga disebut sebagai “Apotik Hidup”. Hal ini dikarenakan tanaman obat ini ditanam dalam pekarangan atau halaman rumah dan digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan.
B.     Pemanfaatan Obat Tradisional
Penggunaan tumbuhan obat secara tradisional semakin disukai karena pada umumnya tidak menimbulkan efek samping, seperti halnya obat-obatan dari bahan kimia. Penggunaan Obat itu sendiri sangat beraneka ragam, ada yang digunakan sebagai Obat kuat
(tonikum), schagai obat untuk menyembuhkan penyakit, dan untuk mempercantik diri (kosmetik).
Kelebihan pengobatan dengan menggunakan ramuan tanaman obat tradisional tcrsebut di samping tidak menimbulkan efek samping, juga ramuan tanaman berkhasiat obat tertentu mudah didapatkan di sekitar pekarangan rumah dan mudah dibuat oleh siapa saja dalam keadaan mendesak sekalipun. Penggunaan tanaman berkhasiat obat dinilai lebih aman daripada penggunaan obat-obatan kimia. Hal ini disebabkan karena penggunaan tanaman berkhasiat obat memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat-obatan kimia. Selain itu, juga berfungsi sebagai sarana pelestarian alam, penghijauan, dan keindahan pekarangan atau lingkungan.
Para ahli secara terus-menerus mengadakan penelitian dan pengujian secara ilmiah terhadap tanaman berkhasiat obat tersebut. Hasilnya menyimpulkan bahwa penggunaan tanaman berkhasiat obat untuk mengobati penyakit dapat dipertanggungjawabkan. Sebab dari penelitian dan pengujian para ahli, telah diketahui adanya komposisi kandungan zat-zat kimia yang terdapat pada tanaman berkhasiat obat yang telah lama dipergunakan nenek moyang kita sebagai ramuan obat tradisional dan untuk beberapa tanaman obat telah dibuktikan efek farmakologinya pada hewan.
C.     Pengembangan Apotik Hidup
Beberapa negara seperti Cina, Korea, India dan Srilanka telah memberlakukan cara dan pengobatan tradisional di dalam sistem pelayanan kesehatan formal. Demikian juga di Indonesia, pada saat ini upaya pelayanan pengobatan dengan obat tradisional sangat berpe'ran pada tingkat rumah tangga dan masyarakat. Sedangkan pada tingkat pertama fasilitas pelayanan, tingkat rujukan pertama dan ruj ukan yang lebih tinggi upaya pelayanan kesehatan dilakukan melalui pelayanan kesehatan formal.
Telah diketahui bahwa lebih dari 25% penduduk Indonesia belum terjangkau pengobatan modern (formal). Hal ini disebabkan karena kawasan terpencil ataupun kesulitan transportasi, maka peranan obat tradisional sangat banyak membantu. Tidak ada yang memungkiri manfaat tanaman berkhasiat obat, terlebih kalau digunakan sebagai pertolongan pertama sebelum dibawa kc fasilitas pelayanan pengobatan modern (formal) sepcrti puskesmas atau rumah sakit. Masyarakat yang tak berhasil dengan sistem pengobatan modern sering kali beralih mencoba Obat tradisional. Penggunaan tanaman-tanaman berkhasiat Obat hingga sekarang masih dilakukan oleh masyarakat, yakni untuk ”self-medication”.
Di antara tumbuhan obat tradisional banyak yang hampir punah, schingga kalau sewaktu-waktu dibutuhkan sulit untuk diperoleh. Sehinggapemerintah telah menggalakkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) atau Apotik Hidup untuk meningkatkan penggunaan tanaman berkhasiat obat tersebut. Hal ini dilakukan antara lain dengan mcmberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).


Comments

Popular posts from this blog

Peluang di Era Revolusi Industri 4.0

Manfaat Air Rebusan Daun Sukun Manjur Mengatasi Malaria

KOMET MINOR TERBARU 2019 - TERE LIYE