Cara Mengatasi Penyakit Alergi

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap zat-zat (alergen) yang pada individu norma| tidak membahayakan tetapi pada individu yang sensitif dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Reaksi alergi dapat muncul sesudah suatu alergen (misalnya debu, serbuk bunga, makanan) kontak dengan kulit atau mata, terhirup, termakan, atau masuk ke dalam tubuh melalui injeksi. Hal ini dapat terjadi akibat mengonsumsi obat, makanan tertentu, atau menghirup udara yang mengandung debu atau kutu binatang. Suatu reaksi alergi dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk: Alergi pernapasan, meliputi asma, rinitis alergi, atau hay fever; alergi pencemaan seperti muntah, sakit perut, dan diare (terutama pada bayi dan anak); alergi kulit, misalnya kemerahan pada kulit hingga urtikaria, bisul, atau dermatitis; dan mungkin juga terlihat pada bagian lainnya di luar kulit, termasuk mata (konjungtivitis alergi). Reaksi alergi yang serius dapat mengakibatkan syok anafilaksis yang membutuhkan perawatan kegawatdaruratan.
Anjuran untuk Pasien yang terkena penyakit Alergi
1. Jaga agar rumah dan ruang kerja tetap bersih dan bebas alergen.
2. Jika penyebab alergi diketahui, sedapat mungkin hindari. Ada berbagai jenis dermatitis kontak dengan faktor-faktor penyebab berlainan. Dermatitis kontak iritan yang paling sering terjadi pada 'pekerjaan basah' merupakan penyebab sekunder untuk terjadinya kontak dengan deterjen dan surfaktan, larutan asam dan basa, serta pelarut organik. Dermatitis kontak alergi meliputi sensitisasi sistem imun terhadap suatu alergen spesifik. mengakibatkan dermatitis atau eksaserbasi dari dermatitis yang sudah ada sebelumnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh logam, parfum/ pewangi, resin, karet dan plastik. obat-obat topikal, zat pengawet, pewama, dan tanaman. Dermatitis foto kontak merupakan akibat dari interaksi antara substansi berbahaya yang terdapat di kulit dengan radiasi sinar ultraviolet Jenis dermatitis kontak ini biasanya hanya tedokalisir pada bagian kulit yang terpapar sinar, seperti wajah, telinga, punggung tangan, dan bagian tubuh Iainnya yang tidak tertutup pakaian. Jenis lainnya yaitu unikaria kontak, yang menyimpang dari dermatitis kontak reguler, baik dari jenis reaksi klinis, urutan waktu terjadinya, zat penyebab, dan mekanisme patogenik. Reaksi klinis terlihat pada bagian tubuh yang mengalami kontak langsung, biasanya jari, berupa bintiI-bintil kedl yang gatal, timbul dalam waktu 10-20 menit sesudah kontak, dan menghilang kembaii dengan cepat. Penyebabnya mungkin karet lateks yang terkandung dalam sarung tangan, protein hewani, atau bahan-bahan makanan lainnya.





3. Anjurkan pasien dermatitis atopik untuk menghindari apapun yang dapat memperberat penyakit alerginya, seperti cuaca yang ekstrim, pakaian dari bahan on atau serat sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi, sabun, atau deterjen. Berikan edukasi pada pasien mengenai cara untuk menjaga hidrasi kulit melalui mandi, serta mengurangi hilangnya kandungan air dan' tubuh dengan menggunakan emolien yang tepat.
4. Jika gatal-gatal yang dipicu oleh alergi sifatnya berat, sedapat mungkin hindari tindakan menggaruk atau menggosok-gosok kulit yang gatal tersebut. Dapat digunakan kalamin atau obat anti gatal lainnya. tindakan menggaruk dapat memperburuk gejala.
5. Untuk mengurangi keparahan gejala rinitis alergi, lakukan diet seimbang. Minum banyak cairan, yaitu 8-10 gelas air per hari, untuk mengencerkan lendir pada hidung dan tenggorokan. Juga tinggikan posisi kepala pada saat tidur untuk menghindari gejala hidung tersumbat.

6. Hindari makanan alergenik yang diketahui dapat menimbulkan masalah. Simak label makanan secara cermat untuk mengetahui zat-zat tambahan dan pengawet apa saja yang terkandung dalam produk tersebut. Tindakan ini untuk mencegah asupan makanan yang diduga alergen.

7. Untuk mencegah perburukan gejala urtikaria (kulit pucat, bentol-bentol dengan kulit kemerahan di sekelilingnya), makanan yang mengandung tartrazine (zat warna kuning yang digunakaquntuk pewarna makanan), daging yang diawetkan dg benzoat, serta minuman beralkohol hendaknya dihindari dan kurangi konsumsi buah yang asam.
8. Jika alergi disebabkan oleh obat, hentikan segera penggunaan obat tersebut. Setiap kali berkonsultasi, beritahu dokter mengenai obat-obat yang telah diketahui menyebabkan alergi. Juga, hindari obat-obat yang diinstruksikan oleh dokter untuk tidak digunakan/ dikonsumsi, seperti aspirin dan kodein.

Comments

Popular posts from this blog

Peluang di Era Revolusi Industri 4.0

Manfaat Air Rebusan Daun Sukun Manjur Mengatasi Malaria

KOMET MINOR TERBARU 2019 - TERE LIYE