Cara Menilai Kepala Sekolah yang Inovatif



Kepala Sekolah sebagai inovator atau pembaharu bertugas mencari dan melakukan pembaharuan dalam berbagai aspek, mendorong guru, staf dan orang tua untuk memahami dan memberikan dukungan terhadap pembaruan yang ditawarkan.[1]Menurut Daryanto kepala sekolah yang inovatif mampu mencari, menemukan, dan melaksanakan berbagai perubahan di sekolah. Kepala sekolah yang inovatif dapat dilihat dari kinerja yang tercermin dari cara bekerjanya yaitu: [2]
1)   Konstruktif
Dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolah, kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap guru dan tenaga kependidikan agar dapat berkembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembankan. Contoh memberi pelatihan dan nasihat karier yang membantu, melakukan hal-hal yang membantu perolehan ketrampilan, pengembangan professional, kemajuan karier, [3]dan mengarahkan perkembangan tenaga pendidikan.[4]
2)   Kreatif
Dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di  sekolah, kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dilakukan agar para guru dapat  mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah.[5]
Mulyasa menjelaskan ada tiga indikator kepala sekolah yang efektif: pertama, komitmen terhadap visi sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya, kedua; menjadikan visi sekolah sebagai pedoman dalam mengelola dan memimpin sekolah, dan ketiga; senantiasa memfokuskan kegiatannya terhadap pembelajaran dan kinerja guru di kelas.[6]
3)   Delegatif
Kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan deskripsi tugas, jabatan, serta kemampuan masing-masing.[7]Mendelegasikan menurut Yulk: (1) mengizinkan para bawahan untuk mempunyai tanggung jawab yang substansial dan kebijaksanaan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kerja, (2) menangani masalah, (3) membuat keputusan yang penting.[8]
4)   Integratif
Kepala sekolah harus berupaya mengintegrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara aktif, efisien, dan produktif.[9]Integratif dalam konteks penelitian ini kepala sekolah mampu menghubungkan setiap kegiatan pendidikan.
5)   Pragmatis
Kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atau target berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap guru dan kemampuan yang dimiliki sekolah.[10]Setiap sekolah dasar menerapkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Dalam sistem ini kepala sekolah bersama guru dan peserta didik lainnya secara mandiri, transparan, dan bertanggung jawab melaksanakan program sekolah untuk mencapai visi, misi, dan target mutu yang diamanatkan oleh masyarakat dan semua pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan di sekolah. [11]
Dalam hubungannya dengan manajemen sekolah, setiap sekolah dasar (1) merumuskan visi dan misi yang jelas serta terarah sesuai dengan visi dan misi dan standar mutu pendidikan nasional; (2) merencanakan dan melaksanakan program SD yang telah ditetapkan; (3) melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program; (4) menyusun laporan dan mengevaluasi keberhasilan program; (5) merumuskan program baru sebagai kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan.[12]
6)   Teladan 
Dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolah, kepala sekolah harus memberikan teladan dan contoh yang baik.[13]Perilaku keteladanan kepala sekolah bisa ditunjukkan pula dengan selalu menghargai bawahan. Merasa bahwa guru dan staf dihargai pendapatnya, dia juga akan menghargai pihak lain seperti peserta didik.[14]
7)   Adaptabel dan fleksibel
         Kepala sekolah harus adaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru, serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para guru untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya.[15]Kepala sekolah adalah motor penggerak utama bergeraknya semua kegiatan di sekolah. Melalui kemampuan konseptual yang dimiliki kepala sekolah, ia mengembangkan sekolah. Melalui kemampuan sosial, ia menggerakkan, mengayomi, dan memberi rasa nyaman pada orang-orang di bawah kepemimpinannya dan orang-orang di luar sekolah yang berkepentingan. Melalui kemampuan teknis, kepala sekolah mendiskusikan cara melakukan pekerjaan dengan para bawahannya.[16]
Dalam kaitannya dalam mengembangkan sebuah budaya mutu fungsi kepala sekolah menurut Edward Sallis adalah:[17]
1)     Memiliki visi mutu terpadu bagi institusi
2)     Memiliki komitmen yang jelas terhadap proses peningkatan mutu
3)     Mengkomunikasikan peran mutu
4)     Memastikan kebutuhan pelanggan menjadi pusat kebijakan dan praktek institusi
5)     Mengarahkan perkembangan karyawan
6)     Berhati-hati dengan tidak menyalahkan orang lain saat persoalan muncul tanpa bukti-bukti yang nyata.
7)     Memimpin inovasi dalam institusi
8)     Mampu memastikan bahwa struktur organisasi secara jelas telah mendefinisikan tanggungjawab dan mampu mempersiapkan delegasi yang tepat
9)     Memiliki komitmen untuk menghilangkan rintangan, baik yang bersifat organisasional maupun kultural
10) Membangun tim yang efektif
11) Mengembangkan mekanisme yang tepat untuk mengawasi dan mengevaluasi kesuksesan. 


[1]Daryanto, Administrasi dan Manajemen…, hlm. 111.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
[2]Daryanto, Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran, (Yogyakarta: Gava Media, 2011), hlm. 61.
[3] Ibid.
[4] Edward Saillis, Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan, Diterj. Oleh: Ahmad Ali Riyadi dan Fahrurrozi (Yogyakarta: Ircisod, 2011), hlm. 173.
[5]Daryanto, Kepala Sekolah sebagai..., hlm. 61.
[6]Mulyasa, Manajemen Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Cet kedua, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 19.
[7] Ibid.
[8]Didin Kurniadin dan Imam Machali, Manajemen Pendidikan Konsep dan Prinsip Pengelolaan Pendidikan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), hlm. 312.
[9] Daryanto, Kepala Sekolah sebagai ..., hlm. 61.
[10] Ibid.
[11]Syaiful Sagala, Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, cet kelima (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 173.
[12] Ibid.
[13]Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, cet keenam, (Bandung: Rosdakarya, 2005), hlm. 119.  
[14]Mulyasa, Manajemen Dan Kepemimpinan ..., hlm. 28.
[15]Daryanto, Kepala Sekolah sebagai..., hlm. 61.
[16]Ikbal Barlian, Manajemen Berbasis Sekolah: Menuju Sekolah Berprestasi, (Esensi: 2013), hlm. 46.
[17]Edward Saillis, Manajemen Mutu Terpadu ..., hlm. 174.

Comments

Popular posts from this blog

Peluang di Era Revolusi Industri 4.0

Manfaat Air Rebusan Daun Sukun Manjur Mengatasi Malaria

KOMET MINOR TERBARU 2019 - TERE LIYE