Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar




  Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antara konsep dalam matematika bersifat jelas.
Hakikat matematika menurut Soedjadi, yaitu memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan pola pikir yang deduktif.[1]Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.[2]
Belajar matematika merupakan tentang konsep-konsep dan struktur abstrak yang terdapat dalam matematika serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur matematika. Belajar matematika harus melalui proses yang bertahap dari konsep yang sederhana ke konsep yang lebih kompleks. Setiap konsep matematika dapat dipahami dengan baik jika pertama-tama disajikan dalam bentuk konkrit.
Pemahaman guru tentang hakekat pembelajaran matematika di SD berkaitan dengan dapatnya guru merancang pelaksanaan proses pembelajaran dengan baik sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, penggunaan media, metode dan pendekatan yang sesuai dengan pula. Sehingga guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif.
Matematika merupakan suatu bentuk aktivitas manusia melandasi pengembangan pendidikan matematika realistik dimana kata “realistik” yang berarti “untuk dibayangkan” atau “to imagine”.[3]
a.      Pembelajaran Matematika
Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga siswa memperoleh pengetahuan matematika dengan baik bahan yang diajarkan. Dalam pembelajaran matematika keberhasilan suatu
pengajaran dipengaruhi oleh faktor yang terangkum dalam sistem pengajaran. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran yaitu penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan, sehingga tercapai tujuan pengajaran yang sesuai secara optimal.[4]
b.      Hakikat Belajar Matematika
Menurut NRC (National Research Council) dari Amerika Serikat telah menyatakan pentingnya matematika dengan pernyataan berikut: “matematika adalah kunci kearah peluang-peluang”. Bagi siswa keberhasilan mempelajari matematika akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para-warganegara, matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.[5]
c.       Manfaat Pembelajaran Matematika
Manfaat belajar matematika berdasarkan karakteristiknya, matematika mempunyai potensi yang besar untuk memberikan berbagai macam kemampuan, dan sikap yang diperlukan oleh manusia agar ia bisa hidup secara cerdas (intelligent) dalam lingkungannya, dan agar bisa mengeola berbgaai hal yang ada di dunia dengan sebaik-baiknya.[6]
d.      Tujuan Pembelajaran Matematika
Secara umum, pendidikan  matematika dari SD hingga SMA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1)      Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan kosep atau alogaritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
2)      Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3)      Memecahkan masalah yang melupiti kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4)      Mengomunikasikan gagasan.
5)      Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, oerhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri.[7]


[1] Heruman,Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), hlm. 1.
[2] Dediknas, Kurikulum Matematika (Jakarta: Dediknas, 2003), hlm. 5-6.
[3] Ariyadi Wijaya, Pendidikan Matematika Realistik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 20.
[4]Almira Amir, “Pembelajaran Matematika SD dengan Media Manipulatif”, Jurnal Forum Pedagogik vol. VI, No.01 Jan 2014
[5]Fadjar Shadiq, Pembelajaran Matematika: Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm. 3.
[6]Hasraduddin, “Pembelajaran Matematika Sekarang dan yang akan Datang Berbasis Karakter”, Jurnal Didaktik Matematika, ISSN: 2355-4185 diakses di
http//www.jurnal.unsyiah.ac.idDMarticledownload20 .
[7] Ibrahim, Suparni, Pembelajaran Matematika Teori dan Aplikasinya, (Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga, 2012), hlm. 36

Comments

Popular posts from this blog

Peluang di Era Revolusi Industri 4.0

Manfaat Air Rebusan Daun Sukun Manjur Mengatasi Malaria

KOMET MINOR TERBARU 2019 - TERE LIYE